Tren Hunian Masa Depan, Kenali Kelebihan Tinggal di Apartemen

  • 3 min read
  • Sep 01, 2020
Apartemen

Saat ini bisa dibilang cukup sulit mendapatkan perumahan di tengah kota besar karena ketersediaan lahan yang terbatas. Selain itu, memiliki rumah sendiri juga membutuhkan harga yang relatif lebih. Meskipun demikian, banyak orang lebih memilih tinggal di rumah dan berupaya dengan keras untuk mendapatkan rumah pribadi. Adapun sebagian yang lain memutuskan untuk tinggal di apartemen.

Namun, baik perumahan maupun apartemen masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Sangat kompleks sekali apabila kita membandingkan pilihan yang terbaik. Namun, sebenarnya salah satu tantangan utama untuk memiliki properti adalah berapa banyak uang yang dimiliki.

Selain itu, kendala-kendala lain seperti perawatan rumah, keamanan, fasilitas, dan akses menjadi pertimbangan untuk menentukan pilihan properti. Tinggal di apartemen tidak selalu memberikan untung, tetapi ada kekurangan juga yang bisa didapati. Berikut ini akan dibahas mengenai keuntungan dan kerugian tinggal di apartemen.

Keuntungan Tinggal di Apartemen

Bisa dibilang jika memilih untuk tinggal di apartemen, cukup membawa pakaian saja tanpa perlu pusing memikirkan hal-hal lain yang harus dipasang pada bangunan tempat tinggal. Selain itu, tujuan orang membeli apartemen yaitu agar untuk tujuan berinvestasi atau menghasilkan pasif income bulanan, jika memutuskan untuk menyewakan apartemen miliknya.

Berikut ini akan diberikan beberapa informasi mengenai keuntungan tinggal di apartemen.

Lokasi yang Strategis dan Akses yang Mudah

Lokasi merupakan aspek penting dari seseorang untuk memilih apartemen dibandingkan perumahan pada umumnya. Semua orang tentu sangat menginginkan tinggal dekat dengan kantor atau tempat bekerja. Apartemen biasanya dibangun pada lokasi yang berada di pusat kota, sehingga terletak dekat dengan semua fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, rumah sakit, universitas, dan akses ke sarana transportasi publik.

Para developer apartemen tentu sudah memahami kebutuhan pasarnya. Sehingga, dalam proyek pembangunan apartemen tentu sangat memperhatikan lokasi dan akses.

Gaya Hidup yang Lebih Baik

Gaya hidup berkualitas merupakan salah satu manfaat penting dari kehidupan di lingkungan apartemen. Dengan tinggal di dekat berbagai fasilitas tentu akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan banyak hal.

Bandingkan jika tinggal di komplek perumahan dan ingin mendatangi berbagai tempat hiburan yang biasanya berada di pusat kota, tentu akan merasakan kemacetan yang menjengkelkan. Berbeda dengan yang tinggal di apartemen yang bisa bergerak bebas dengan kondisi serba padat, sehingga kualitas gaya hidup lebih meningkat.

Harga Relatif Lebih Rendah

Harga apartemen di bandung relatif lebih rendah dibandingkan dengan perumahan. Pada saat membeli sebuah apatemen, maka hanya membeli bangunannya saja. Sementara hunian di komplek perumahan harus membeli bangunan beserta lahan atau tanahnya. Membeli bangunan tanpa lahan tentu lebih murah dibandingkan membeli hunian beserta lahannya.

Fasilitas yang Lebih Lengkap

Developer yang menangani proyek pembangunan apartemen biasanya menyediakan fasilitas pendukung seperti kolam renang, lobi, lapangan tenis, taman, dan arena bermain anak. Fasilitas-fasilitas tersebut tentu tidak bisa diperoleh jika membeli rumah di komplek perumahan.

Tingkat Keamanan Lebih Baik

Jika diperhatikan, akses masuk ke sebuah apartemen cukup rumit karena ada pintu gerbang, pintu utama, pintu lantai, dan pintu apartemen yang ditinggali. Terlepas dari berapa banyak biaya yang harusĀ  dikeluarkan, keamanan merupakan prioritas utama bagi segala jenis hunian atau properti.

Di apartemen, tidak tidak sembarangan orang yang bisa mengakses setiap lantai sebab akan dilakukan pemeriksaan ketat oleh pihak security. Setiap titik akan dilindungi dengan sistem yang terjaga keamanannya sebab ada petugas keamanan dan sistem keamanan berupa CCTV yang selalu memonitor dan merekam setiap orang yang keluar masuk gedung.

Kekurangan Tinggal di Apartemen

Dalam kehidupan selalu ada plus dan minusnya dalam segala aspek. Begitu pula dengan apartemen, ada keuntungan dan juga akan kekurangannya. Kekurangan tinggal di apartemen antara lain:

Kesenjangan Sosial

Bagi yang sudah terbiasa hidup bermasyarakat atau berinteraksi dengan tetangga, maka dipastikan ketika tinggal di apartemen akan jarang berkomunikasi dengan tetangga. Para penghuni apartemen cenderung senang menghabiskan waktunya di dalam ruangan daripada bersosialisasi dengan tetangganya.

Bahkan, ketika keluar ruangan, penghuni apartemen lebih senang pergi ke mall-mall terdekat atau duduk-duduk di lobi. Tingkat dari sosialisasi sesama penghuni apartemen masih dibilang rendah apabila dibandingkan dengan sosialisasi masyarakat perumahan pada biasanya. Akan sangat sulit menjalin komunikasi, bekerja sama, dan bergotong royong.

Terdapat Beberapa Aturan/Batasan

Setiap apartemen memiliki aturan yang membatasi para penghuninya mengenai segala hal yang diizinkan atau tidak diizinkan masuk ke dalam apartemen. Ada sebagian apartemen yang oleh pihak developer akan secara khusus melarang para penghuni apartemen untuk mengecat tembok atau merenovasi beberapa bagian supaya tetap sesuai dengan kondisi dasar apartemen tersebut. Selain itu, biasanya sebagian apartemen tidak mengizinkan penghuninya membawa masuk hewan peliharaan. Maka dari itu, sebelum membeli atau jual apartemen di bandung alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai aturan yang dibuat oleh developer.

Memilih tempat tinggal, baik apartemen atau pun hunian biasa akan selaluĀ  berhubungan erat dengan kepribadian seseorang. Sebagai contoh, apartemen mungkin cocok untuk orang-orang yang tipenya introvert atau suka dengan ketenangan. Segala sesuatu tentu didasarkan pada kebutuhan dan tidak semerta-merta hanya untuk memenuhi keinginan diri saja. Dalam memilih tempat tinggal, khususnya bagi yang telah berkeluarga tentu tidak bisa sembarangan. Perlu ada diskusi terbuka dengan pihak pasangan dan anggota keluarga lainya supaya kedepannya tidak menimbulkan kisruh dalam rumah tangga.