Dexamethasone Obat yang Dipercaya Mengatasi Covid-19 Info dari SehatQ

  • 2 min read
  • Jul 05, 2021
Dexamethasone

Dexamethasone adalah salah satu obat steroid yang umumnya digunakan untuk mengurangi peradangan. Bahkan, dexamethasone juga dapat digunakan lupus, gangguan pernapasan, kolitis ulserativa dan priosasis. Selain itu, peneliti dari Universitas Oxford mengatakan mempunyai bukti bahwa obat yang satu ini dapat mengurangi kematian pasien virus covid gejala berat.

Namun, tidak hanya peneliti dari Universitas Oxford, laman WHO juga mengutip manfaat dari dexamethasone hanya bisa terlihat dari pasien covid dengan gejala yang parah. Apa masih ada yang merasa asing dengan obat ini? Simak penjelasan berikut.

Obat dexamethasone dipercaya pengobatan yang dianjurkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien covid. Dosis penggunaan obat ini bisa digunakan dengan dosis rendah maupun dosis tunggal. Akan tetapi, perlu diingat mengonsumsi dexamethasone harus menggunakan resep dokter. Jadi jangan menambahkan dan mengurangi dosis tanpa pengawasan.

Namun, perlu diketahui obat yang satu ini juga mempunya efek samping.

Apa Efek Samping Dexamethasone?

Setiap obat mempunyai efek samping yang muncul pada penggunanya, sama halnya dengan dexamethasone. Efek samping yang ditimbulkan seperti orang gejala alergi, seperti yang disebutkan di bawah.

  1. Gatal-gatal
  2. Pembengkakan di wajah, lidah, bibir, bahkan tenggorokan
  3. Sulit bernapas.

Jika efek samping yang muncul disertai gejala di bawah ini, harus segera konsultasikan ke dokter.

  1. Otot kejang
  2. Penglihatan kabur
  3. Sesak napas yang disebabkan kegiatan ringan
  4. Lemas
  5. Berat badan meningkat cepat
  6. Sakit kepala.

Umumnya dexamethasone hanya diresepkan dokter untuk penggunaan jangka pendek. Akan tetapi, pada saat tertentu obat yang satu ini dapat digunakan jangka panjang, sesuai kebutuhannya. Fungsi obat ini hampir mirip dengan prednisolon, tetapi mempunyai efek anti-inflamasi, metabolisme, dan hormon yang kuat.

Tidak sembarangan, dexamethasone hanya boleh digunakan atas resep dokter. Meskipun obat ini bisa digunakan dalam jangka panjang, pengguna tidak boleh berhenti begitu saja. Biasanya dokter akan menurunkan dosis secara bertahap, lalu menghentikan obat ini.

Kenapa Dexamethasone Dipercaya untuk Pasien Covid?

Obat ini secara alami bekerja dapat mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Namun, perlu diketahui ada beberapa peringatan yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi dexamethasone, berikut uraiannya.

  1. Jika Anda mempunyai riwayat alergi dengan obat kortikosteroid lain, disarankan tidak menggunakan obat ini.
  2. Obat dexamethasone harus diberikan dengan hati-hati, apalagi pasien atau pengguna yang pernah menderita diabetes, TBC, penyakit ginjal, herpes, penyakit jantung, infeksi jamur, hipertensi, penyakit tiroid, penyakit mata, penyakit hati, osteoporosis, gangguan sistem pada pencernaan, atau gangguan pembekuan darah.
  3. Berita tahu dokter, jika Anda akan menjalani vaksinasi. Kondisi ini bisa memicu efek interaksi jika dilakukan selama menggunakan dexamethasone.
  4. Pada pasien lansia harus berhati-hati menggunakan obat ini, dikarenakan mengalami efek samping yang berisiko, terutama osteoporosis.
  5. Dexamethasone yang dikonsumsi jangka panjang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak, jadi sangat dianjurkan periksa anak secara berkala untuk memantau kembang tumbuhnya.
  6. Hindari melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan, seperti berkendara. Obat ini bisa mengakibatkan pusing.

Dexamethasone belum sepenuhnya terbukti bisa mengatasi infeksi covid. Jadi tidak bisa mengharapkan bahwa obat ini mampu mengatasi virus corona sepenuhnya. Untuk info selanjutnya, bisa tanyakan pada dokter di aplikasi SehatQ. Aplikasi SehatQ juga dijamin bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda, bisa didownload sekarang juga Google Play dan App Store.